Tuesday, 22 December 2015

KELIRU !! Bentrok di Sragen Bukan ulah Bonek ... AREMANIA Melakukan Sweeping Kendaraan PLAT " L "

berita aremania

Bentrok AREMANIA dan BONEK - begitulah sepak Bola Indonesia, Sebelumnya Turut berduka cita atas berpulangnya salah seorang suporter Arema Cronus saat terjadi bentrok dengan supporter Surabaya United di Kota Sragen. Bentrok kronologinya tersebut terjadi sebelum laga Piala Jenderal Sudirman yang mempertemukan Arema vs Surabaya United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu 19 Desember.

Pasca Peristiwa penyerangan Aremania suporter Arema Cronus, yang dilakukan oleh oknum Bonek pendukung Surabaya United di Sregen Jawa Tengah, Terlihat masih saja memanas. Berdasarkan solidaritas antar pendukung Aremania. Kini aremania menggelar Sweeping turun ke Jalan, yaitu dengan me-razia Mobil atau Kendaraan lain yang Berletter atau Ber-plat L .

Namun, sayangnya, kericuhan yang terjadi di Sragen pekan lalu juga diwaranai sebuah kekeliruan dalam pemberitaan dan Informasi. Banyak Media tidak bisa membedakan siapakah Bonek dan siapa suporter yang  “bukan Bonek”. Apa karena suporter tersebut berasal dari Surabaya kemudian berarti dia adalah  Bonek? Apakah Deltras Mania, atau L.A. Mania Aremania sekalipun yang tinggal di Surabaya juga harus disebut Bonek?

Perlu di garis bawahi dan di Ingat bahwa " BONEK " adalah para pendukung Persebaya Surabaya. TITIK !. yang menjadi masalah adalah, saat itu yang bermain melawan Arema Cronus di Piala Jenderal Sudirman bukanlah Persebaya. Melainkan Surabaya United.

Seperti yang telah di himbau oleh Soekarwo selaku Gubernur Jawa Timur, bahwa kekerasan antar pendukung klum sepakbola di Jawa Timur secapatnya harus segera dihentikan, karena jika hal ini masih saja terus terjadi, dampaknya akan menjadi bukan tidak mungkin sepakbola akan dilarang di Jawa Timur.

Bahkan, Badrodin Haiti Kapolri stempat sudah memberinya himbauan solusi untuk bersilahturahmi ke semua suporter sepakbola yang ada di Jawa Timur. Untuk harapan kedepannya cara itu kembali dilakukan bersama Irjen Anton Setiadji selaku Kapolda Jawa Timur, supaya dua kelompok suporter yang bertikai tersebut tidak kembali memicu keributan dan kembali memakan korban.

Kondisi yang terus memanas ini masih terjadi hingga siang tadi di beberapa sudut jalan Kota Malang, Jawa Timur 

0 comments

Post a Comment